Keselamatan Pasien
Patient safety menjadi dasar komunikasi, tindakan, penggunaan alat, dokumentasi, dan evaluasi.
Kurikulum mengintegrasikan ilmu dasar, keterampilan laboratorium, asuhan keperawatan klinik dan komunitas, etik, komunikasi, kegawatdaruratan, penelitian sederhana, teknologi, dan karakter Islami.
Kurikulum dirancang untuk membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan, sikap profesional, komunikasi, keselamatan pasien, dan kebutuhan pelayanan nyata.
Pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga melalui pengalaman laboratorium, simulasi, klinik, keluarga, komunitas, pelatihan, tugas ilmiah, dan kegiatan pengembangan diri.
Prinsip berikut menghubungkan identitas Program Studi, kompetensi lulusan, mutu, dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Patient safety menjadi dasar komunikasi, tindakan, penggunaan alat, dokumentasi, dan evaluasi.
Asuhan memperhatikan dimensi biologis, psikologis, sosial, spiritual, budaya, dan keluarga.
Mahasiswa memperoleh bekal respons awal, bantuan hidup dasar, trauma, dan keselamatan rujukan.
Kompetensi diterapkan pada individu, keluarga, kelompok, masyarakat, dan berbagai tatanan pelayanan.
Mahasiswa belajar membaca, menganalisis, dan menggunakan hasil penelitian sederhana.
Teknologi digunakan untuk pembelajaran, dokumentasi, komunikasi, dan pengembangan praktik.
Kemampuan bahasa dan adaptasi budaya mendukung akses sumber ilmiah dan peluang karier internasional.
Pendidikan mengembangkan perilaku profesional, akhlak, tanggung jawab, dan nilai kemanusiaan.
Struktur di bawah menggambarkan fokus perkembangan pembelajaran. Nama mata kuliah, kode, distribusi SKS, dan urutan resmi mengikuti dokumen kurikulum Program Studi yang berlaku.
Membangun dasar ilmu kesehatan, konsep keperawatan, komunikasi, karakter, dan kesiapan belajar di pendidikan vokasi.
Memperkuat prosedur dasar, pengkajian, dokumentasi, kebutuhan manusia, etik-legal, dan patient safety.
Mengembangkan kemampuan asuhan pada pasien dewasa, anak, maternitas, kesehatan jiwa, dan kelompok khusus.
Mengintegrasikan kemampuan klinik dengan keluarga, komunitas, gerontik, kepemimpinan, dan respons kegawatdaruratan.
Memperluas penerapan kompetensi melalui praktik, diskusi kasus, teknologi, penelitian sederhana, dan pengembangan diri.
Menyelesaikan kompetensi, penelitian sederhana, evaluasi akhir, serta persiapan memasuki pelayanan dan pengembangan karier.
Landasan untuk memahami tubuh, kesehatan, penyakit, kebutuhan manusia, dan respons pasien.
Konsep, proses, keterampilan, asuhan, dokumentasi, keselamatan, dan evaluasi keperawatan.
Komunikasi terapeutik, hubungan interpersonal, budaya, psikososial, etik, legal, dan nilai kemanusiaan.
Promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengkajian komunitas, edukasi, dan pemberdayaan.
Bantuan hidup dasar, trauma, respons awal, stabilisasi, keselamatan, dan sistem rujukan.
Prioritas, koordinasi, kerja sama, mutu, keselamatan, dan pengelolaan asuhan.
Metodologi sederhana, pengumpulan data, analisis hasil, KTI, dan penggunaan bukti ilmiah.
Teknologi informasi, literasi digital, bahasa Inggris, akses sumber ilmiah, dan wawasan global.
Refleksi, kewirausahaan, kesiapan kerja, sertifikasi, pembelajaran sepanjang hayat, dan karier.
Metode dipilih sesuai capaian kompetensi, karakteristik bahan kajian, dan tingkat kesiapan mahasiswa.
Penjelasan konsep, diskusi, tugas, tutorial, presentasi, dan analisis masalah.
Demonstrasi, latihan prosedur, simulasi, komunikasi, dan patient safety.
Penerapan asuhan secara langsung di bawah bimbingan pada fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengkajian, edukasi, promosi kesehatan, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengalaman dianalisis untuk mengembangkan penalaran, komunikasi, etika, dan perbaikan praktik.
Media digital, sistem informasi, sumber daring, dan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Evaluasi menggabungkan bukti pengetahuan, keterampilan, sikap, praktik, dokumentasi, dan kemampuan ilmiah.
Tugas, kuis, ujian, diskusi, presentasi, dan analisis kasus.
Demonstrasi, observasi, simulasi, ujian praktik, dan keterampilan klinik.
Disiplin, etika, tanggung jawab, komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian.
Catatan asuhan, laporan praktik, tugas, logbook, dan bukti kegiatan.
Pencapaian kompetensi dinilai selama praktik klinik, keluarga, dan komunitas.
Proposal, penelitian sederhana, laporan, presentasi, dan ujian hasil.
Gunakan dokumen resmi dan pengumuman terbaru sebagai rujukan pelaksanaan pendidikan.
Dokumen berikut dapat digunakan sebagai rujukan umum mengenai pendidikan dan ketentuan akademik.
Jadwal, praktik, evaluasi, KTI, dan perubahan pelaksanaan mengikuti pengumuman resmi Program Studi.
Pengembangan kurikulum perlu memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, standar pelayanan, kebutuhan pengguna lulusan, hasil evaluasi, dan arah pengembangan Program Studi.
Kenali profil lulusan, sistem akademik, dosen, fasilitas, akreditasi, dan peluang karier.